Senin, 09 November 2015

Kota dan Kabupaten Bogor Lanjutkan Penataan Terminal

Kemacetan di Kota Bogor (sumber: Antara/Jafkhairi)
Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor berupaya mempercepat kerjasama pembangunan dan penataan terminal dan layanan angkutan umum.
Pembangunan dan penataan terminal dan angkutan umum merupakan satu di antara 28 kesepakatan kerja sama dua daerah yang ditandatangani pada 2010. Kabupaten Bogor membangun dua terminal batas yakni satu di wilayah barat di Dramaga dan satu di wilayah timur di Ciawi. Kota Bogor membangun tiga terminal batas yakni di Ciluar (Bogor Utara), Sukaresmi (Tanah Sareal), dan Salabenda (Tanah Sareal).
Lima terminal perlu dibangun dengan tujuan angkutan umum (angkot) dari Kabupaten Bogor tidak perlu beroperasi sampai jantung Kota Bogor sehingga memenuhi jalanan dan bersaing dengan angkot kota. Misalnya mikrolet 08 Citeureup-Pasar Anyar cukup dioperasikan sampai Ciluar sedangkan dari Ciluar ke Pasar Anyar dapat diangkut menggunakan angkot di Kota Bogor.
Masalahnya, dari lima terminal yang disepakati itu, belum satu pun yang dibangun. Memang ada dua terminal di wilayah barat yakni Terminal Bubulak milik Pemkot Bogor dan Terminal Laladon di Dramaga milik Pemkab Bogor yang hanya berjarak kurang dari satu kilometer, hal itu berakibat layanan angkutan umum yang tidak efektif dan efisien.
Namun, pada akhirnya disepakati bahwa Terminal Bubulak akan ditutup sedangkan Terminal Laladon ditingkatkan menjadi terminal batas yang bisa dimasuki moda transportasi dari Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Usmar Hariman mengatakan, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor, kawasan Terminal Bubulak tidak diproyeksikan untuk layanan transportasi melainkan untuk jasa dan perdagangan.
“Memang akan ditutup tetapi setelah Terminal Laladon ditingkatkan layanannya,” katanya, ditemui di Balai Kota, Rabu (22/10).
Sementara, Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Soebiantoro menjelaskan, Terminal Laladon akan diperluas dan ditingkatkan. Namun, proyek ini baru akan bisa berjalan pada anggaran 2015. Sepanjang pembangunan Terminal Laladon masih dalam pengerjaan, maka Terminal Bubulak tetap beroperasi seperti biasa.
Di Kabupaten Bogor, menurut Soebiantoro, peningkatan layanan terminal juga diupayakan di Cileungsi, Cibinong, dan Leuwiliang. Dari Cileungsi dan Cibinong sudah dioperasikan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) menuju Jakarta. Dari Cibinong juga dioperasikan bus tujuan Bandar Udara Soekarno-Hatta. Dari Leuwiliang sudah dioperasikan bus antarkota antarprovinsi ke Bandung.
Suara Pembaruan
Penulis: VEN/JAS

Ironis, Bogor Kekurangan Ruang Terbuka Hijau Bogor

hadapi permasalahan alih fungsi ruang terbuka hijau menjadi ruang terbangun.
BOGOR – Jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bogor, Jawa Barat, masih kurang dari 30 persen, terdiri dari 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Demikian hasil kajian yang dilakukan Mahasiswa Mata Kuliah Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan, Pascasarjana IPB, yang disampaikan dalam ekspos Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan di Balai Kota Bogor, Senin.
“Berdasarkan audiensi dengan Bappeda Kota Bogor, proporsi 20 persen RTH publik di Kota Bogor saja belum terpenuhi, padahal RTH tersebut dibutuhkan karena berfungsi sebagai paru-paru kota,” ujar Tirza Carol Cracia Tompodung salah satu perwakilan tim mahasiswa Pascasarjana IPB Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan yang melakukan kajian tentang RTH.
Tirza menjelaskan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Masyarakat proporsi RTH pada wilayah perkotaan paling sedikit 30 persen, dari luas kota, yang terdiri dari 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat.
Dalam undang-undang tersebut pemerintah kota maupun kabupaten berkewajiban menyediakan RTH publik dan RTH privat sesuai yang telah ditetapkan.
Kebutuhan RTH Kota Bogor berdasarkan persentase luas wilayah dapat dihitung dengan melakukan perbandingan luas kota dengan proporsi luas RTH yang dibutuhkan.
“Luas RTH yang dibutuhkan Kota Bogor yakni sebesar 3.555 hektare, dengan komposisi 20 persen RTH Publik atau sekitar 2.370 hektare, dan 1.185 hektare untuk 10 persen RTH privat,” ujarnya.
Kondisi RTH di Kota Bogor menghadapi permasalahan di antaranya, terjadinya alih fungsi lahan RTH menjadi ruang terbangun, belum optimalnya manajemen pemeliharaan RTH, dan rendahnya rasa memiliki dari masyarakat dalam pelestarian ruang terbuka hijau.
“Padahal Kota Bogor memiliki potensi RTH publik yang cukup banyak, mencakup taman kota, taman lingkungan, kebun raya, taman rekreasi, sempadan sungai, waduk, situ dan danau, jalur hijau jalan, halaman bangunan kampus dan perkantoran, hutan kota, pemakaman, pertanian dan lapangan olah raga,” ujarnya.
Dari hasil kajian yang dilakukan Mahasiswa Pascasarjana Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan IPB ini, dari nilai ekonomi dengan pendekatan ISTEM (international shading tress evaluation method) diperoleh hasil Kota Bogor telah kehilangan aset dalam tujuh tahun terakhir.
“Selama tujuh tahun terkahir Kota Bogor kehilangan aset senilai 2.717.350 dolar AS atau Rp 31.249.525.000 akibat berkurangnya kerapatan tumbuhan di sepadan Sungai Ciliwung,” ujar Tirza.
Tirza menambahkan dalam kajian yang dilakukan oleh tim-nya, selain memaparkan terkait permasalahan RTH di Kota Bogor, juga memberikan rekomendasi dalam mengelola RTH Bogor agar lebih baik.
Beberapa rekomendasi yang disampaikan di antaranya perlu adanya kebijakan Pemerintah Kota Bogor dengan menerbitkan Perda RTH, membatasi izin mendirikan bangunan dan mewajibkan perusahaan yang membangun untuk menyediakan RTH publik dalam bentuk CSR.
“Rekomendasi lainnya dalam bidang pendanaan, perlu ada Land Banking, dan manajemen pemeliharaan. Juga perlu ada pemberdayaan masyarakat lewat agen lingkungan tingkat RT, penyuluhan dan perlombaan,” ujar Tirza.
Sementara itu, Komisi B Dewan Guru Besar IPB Prof Hadi Susilo Arifin yang juga koordinator mata kuliah, menyampaikan, kajian dilakukan dalam bentuk praktikum oleh 22 mahasiswa master PS Arsitektur Lanskap dan 10 mahasiswa master PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan selama enam bulan terakhir.
Prof Hadi menambahkan tentang RTH di Kota Bogor sebenarnya telah diuntungkan sejak seabad lebih karena telah hadirnya Kebun Raya Bogor seluas sekitar 97 hektare.
“Tetapi RTH Kota Bogor bukan hanya kebun raya. Bagaimana untuk memertahankan luasan RTH yang memadai sebagai suatu kota yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menanggapi pemaparan mahasiswa IPB terkait RTH tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya merespons positif dan berharap IPB ikut bersama-sama membangun Kota Bogor.
“Pembangunan di Kota Bogor harus dikendalikan oleh tim. dan IPB harus ikut merumuskan bersama-sama sehingga kemajuan Kota Bogor bisa lebih baik,” ujar Bima.
Sumber : Ant

PENULISAN 1

Daerah Resapan Air di Bogor Makin Kritis
Resapan air di Bogor kini telah jauh berkurang. Hal tersebut terjadi karena banyaknya perubahan peruntukkan lahan. Dampaknya banyak terjadi pada peningkatan suhu udara, krisis air, serta curah hujan yang semakinberkurang.
Kasubid Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Bappeda Kabupaten Bogor, Didi Supriadi, mengakui makin menipisnya daerah resapan air di Bogor. Menurutnya hal tersebut karena banyaknya kawasan lindung berubah peruntukkannya. Didi menjelaskan salah satu contohnya adalah wilayah Puncak, wilayah ini pada dasarnya sebagai wilayah konservasi yang masuk zona B3 yakni pertanian tinggi dan hunian rendah.
Namun, kenyataannya kini sebagian kawasan ini telah berubah menjadi perumahan, vila, serta bangunan lainnya. Didi mengatakan kawasan tersebut tetap terjaga fungsi hijaunya sebagai resapan air, hanya saja sudah berkurang kapasitasnya.
Saya akui banyaknya bangunan membuat fungsi resapan air berkurang. Dengan adanya bangunan, air yang terserap menjadi berkurang, karena kawasan yang tadinya banyak pohon yang bisa menyerap sinar matahari sekarang diganti bangunan, jelas didi.
Hal serupa pernah dikatakan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Bogor Sumarli beberapa waktu lalu. Menurutnya salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya berkurangnya daerah resapan air disebabkan karena banyaknya Ruang terbuka hijau (RTH) yang alih fungsi. Sebagian besar RTH berubah menjadi pemukiman warga, industri, serta pusat perbelanjaan. Faktor ruanglah yang menjadi faktor utama untuk mengendalikan air, kata Sumarli.
Sumarli juga menyoroti kawasan Puncak. Sumarli menjelaskan saat ini RTH dikawasan puncak sudah berkurang bahkan telah berganti menjadi kawasan pemukiman. Saat ini sekitar 10 hingga 20 persennya kawasan Puncak sebagai daerah resapan air sudah berubah menjadi pemukiman seperti vila. Disana kini hanya ada lima persen kawasan lindung, ungkap Sumarli.
Hal lain yang menjadi penyebab berkurangnya daerah resapan air adalah perubahan fungsi hutan lindung menjadi hutan produksi. Menurut Didi kawasan hutan lindung yang berubah menjadi hutan produksi di Kabupaten Bogor salah satu contohnya yakni kawasan Gunung Sangga Buana Cariu.
Sebenarnya kawasan ini peruntukkannya sebagai kawasan hutan lindung tahun 1998. Namun, karena keterbatasan teknologi informasi dan pemetaan saat itu, kini kawasan tersebut berubah menjadi hutan produksi terbatas. Fungsi lindungnya masih ada namun terbatas, ujarnya.
Berdasarkan data dari Bappeda Kabupaten Bogor saat ini lahan kritis dalam kawasan hutan dan kebun di Kabupaten Bogor terdapat seluas10.631 hektar terdiri dari lahan kritis di hutan konservasi seluas 551 hektar, hutan produksi tetap/terbatas seluas 8.047 hektar dan lahan perkebunan seluas 2.033 hektar. Sedangkan lahan kritis di luar kawasan hutan seluas 21.369 hektar.
Pihak Kabupaten Bogor mencanangkan sebesar 133,475.05 hektar atau sekitar 44,66 persen kawasan lindung pada rencana pemanfaatan ruang wilayah dalam pengajuan revisi perda RTRW nomor 17 tahun 2000 yang akan menjadi acuan selama tahun 2007 hingga 2025. Dengan rincian sebagai berikut kawsan lindung di dalam kawasan hutan sebesar 43,778.50 yang terdiri dari hutan konservasi sebesar 39,895.24 hektar dan kawasan hutan lindng seluas 3,883.26 hektar.
Dan kawasan diluar kawsan lindung seluas 89,696.55 hektar. Padahal dalam delineasi rencana pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten Bogor tahun 2000 dalam Perda nomor 17 tahun 2000 hanya seluas 38,467.162 hektar atau sekitar 12.93 persen untuk kawasan lindung.
Hal itu diyakini Didi akan tercapai dengan mengembalikan fungsi daerah resapan air tanpa merubah ekosistem yang telah berubah kini. Didi menuturkan beberapa cara untuk memperbaiki fungsi kawsan lindung tersebut. Pertama, masing-masing vila membuat sumur resapan biopori.
Tak hanya itu bisa juga dilakukan penanaman pohon diatap gedung. Hal tersebut diyakini Didi dapat membuat iklim menjadi lebih baik. Dengan adanya pohon ditap gedung tentunya bias menyerap sinar matahari. Dan iklim pun berangsur kembali seperti semula, paparnya.
Jadi, saat ini, kata Didi, bukan waktunya berpolemik hal bagaimana cara mengembalikan kawasan yang telah menjadi bangunan dikembalikan lagi menjadi kawasan lindung.

Kamis, 07 Mei 2015

KONFERENSI ASIA-AFRIKA

KONFERENSI ASIA AFRIKA DAN PENGARUHNYA TERHADAP NEGARA - NEGARA EROPA
Konferensi Asia Afrika Berakhirnya Perang Dunia I membawa pengaruh terhadap bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk memperoleh kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Di samping itu juga ditandai dengan munculnya dua kekuatan ideologis, politis, dan militer termasuk pengembangan senjata nuklir. Negara Republik Indonesia dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat dan bernegara selalu berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Salah satu bentuk penyelenggaraan kehidupan bernegara adalah menjalin kerja sama dengan negara lain. Kebijakan yang menyangkut hubungan dengan negara lain terangkum dalam kebijakan politik luar negeri. Oleh karena itu, pelaksanaan politik luar negeri Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Indonesia mencetuskan gagasannya untuk menggalang kerja sama dan solidaritas antarbangsa dengan menyelenggarakan KAA.

Latar Belakang Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika

Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Bebas, artinya bangsa Indonesia tidak memihak pada salah satu blok yang ada di dunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak bersahabat dengan negara mana pun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah internasional. Aktifberarti bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia. Negara Indonesia memilih sifat politik luar negerinya bebas aktif sebab setelah Perang Dunia II berakhir di dunia telah muncul dua kekuatan adidaya baru yang saling berhadapan, yaitu negara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat memelopori berdirinya Blok Barat atau Blok kapitalis (liberal), sedangkan Uni Soviet memelopori kemunculan Blok Timur atau blok sosialis (komunis).

Dalam upaya meredakan ketegangan dan untuk mewujudkan perdamaian dunia, pemerintah Indonesia memprakarsai dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Usaha ini mendapat dukungan dari negara-negara di Asia dan Afrika. Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika pada umumnya pernah menderita karena penindasan imperialis Barat. Persamaan nasib itu menimbulkan rasa setia kawan. Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak negara di Asia dan Afrika yang berhasil mencapai kemerdekaan, di antaranya adalah India, Indonesia, Filipina, Pakistan, Burma (Myanmar), Sri Lanka, Vietnam, dan Libia. Sementara itu, masih banyak pula negara yang berada di kawasan Asia dan Afrika belum dapat mencapai kemerdekaan. Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika yang telah merdeka tidak melupakan masa lampaunya. Mereka tetap merasa senasib dan sependeritaan. Lebih-lebih apabila mengingat masih banyak negara di Asia dan Afrika yang belum merdeka. Rasa setia kawan itu dicetuskan dalam

Konferensi Asia Afrika. Sebagai cetusan rasa setia kawan dan sebagai usaha untuk menjaga perdamaian dunia, pelaksanaan Konferensi Asia Afrika mempunyai arti penting, baik bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika pada khususnya maupun dunia pada umumnya.
Prakarsa untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika dikemukakan pertama kali oleh Perdana Menteri RI Ali Sastroamijoyo yang kemudian mendapat dukungan dari negara India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma (Myanmar) dalam Konferensi Colombo.

Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika

Sesuai dengan rencana, Konferensi Asia Afrika diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18–24 April 1955. Kon-ferensi Asia Afrika dihadiri oleh wakil-wakil dari 29 negara yang terdiri atas negara pengundang dan negara yang diundang.

Negara pengundang meliputi Indonesia, India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma (Myanmar).
Negara yang diundang 24 negara terdiri atas 6 negara Afrika dan 18 negara meliputi Asia (Filipina, Thailand, Kampuchea, Laos, RRC, Jepang, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Nepal, Afghanistan, Iran, Irak, Saudi Arabia, Syria (Suriah), Yordania, Lebanon, Turki, Yaman), dan Afrika (Mesir, Sudan, Etiopia, Liberia, Libia, dan Pantai Emas/Gold Coast).

Negara yang diundang, tetapi tidak hadir pada Konferensi Asia Afrika adalah Rhodesia/Federasi Afrika Tengah. Ketidakhadiran itu disebabkan Federasi Afrika Tengah masih dilanda pertikaian dalam negara/dikuasai oleh orang-orang Inggris. Semua persidangan Konferensi Asia Afrika diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung.

Latar belakang dan dasar pertimbangan diadakan KAA adalah sebagai berikut :

-      - Kenangan kejayaan masa lampau dari beberapa negara di kawasan Asia-Afrika.

-      - Perasaan senasib sepenanggungan karena sama-sama merasakan masa penjajahan dan penindasan bangsa Barat, kecuali Thailand.

-      - Meningkatnya kesadaran berbangsa yang dimotori oleh golongan elite nasional/terpelajar dan intelektual.

-      - Adanya Perang Dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur.

-      - Memiliki pokok-pokok yang kuat dalam hal bangsa, agama, dan budaya.

-      - Secara geografis letaknya berdekatan dan saling melengkapi satu sama lain.

Tujuan diadakannya Konferensi Asia Afrika, antara lain :

-    -  Memajukan kerja sama bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

-    -  Memberantas diskriminasi ras dan kolonialisme.

-    -  Memperbesar peranan bangsa Asia dan Afrika di dunia dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia dan kerja sama internasional.

-    -  Bekerja sama dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya, membicarakan masalah-masalah khusus yang menyangkut kepentingan bersama seperti kedaulatan negara, rasionalisme, dan kolonialisme.

Pengaruh Konferensi Asia Afrika bagi Solidaritas dan Perjuangan Kemerdekaan Bangsa di Asia dan Afrika

Konferensi Asia Afrika membawa pengaruh yang besar bagi solidaritas dan perjuangan kemerdekaan bangsa di Asia dan Afrika. Pengaruh Konferensi Asia Afrika adalah sebagai berikut.

-    - Perintis dalam membina solidaritas bangsa-bangsa dan merupakan titik tolak untuk mengakui kenyataan bahwa semua bangsa di dunia harus dapat hidup berdampingan secara damai.

-    - Cetusan rasa setia kawan dan kebangsaan bangsa-bangsa Asia Afrika untuk menggalang persatuan.
-    -  Penjelmaan kebangkitan kembali bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

-    -  Pendorong bagi perjuangan kemerdekaan bangsa di dunia pada umumnya serta di Asia dan Afrika khususnya.

-    -  Memberikan pengaruh yang besar terhadap perjuangan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam mencapai kemerdekaannya.

-    -  Banyak negara-negara Asia-Afrika yang merdeka kemudian masuk menjadi anggota PBB.

Selain membawa pengaruh bagi solidaritas dan perjuangan kemerdekaan bangsa di Asia dan Afrika, Konferensi Asia Afrika juga menimbulkan dampak yang penting dalam perkembangan dunia pada umumnya. Pengaruh atau dampak itu, antara lain sebagai berikut.

-     - Konferensi Asia Afrika mampu menjadi penengah dua blok yang saling berseteru sehingga dapat mengurangi ketegangan/détenteakibat Perang Dingin dan mencegah terjadinya perang terbuka.

-      - Gagasan Konferensi Asia Afrika berkembang lebih luas lagi dan diwujudkan dalam Gerakan Non Blok.

-      -  Politik bebas aktif yang dijalankan Indonesia, India, Burma (Myanmar), dan Sri Lanka tampak mulai diikuti oleh negara-negara yang tidak bersedia masuk Blok Timur ataupun Blok Barat.

-       - Belanda cemas dalam menghadapi kelompok Asia Afrika di PBB sebab dalam Sidang Umum PBB, kelompok tersebut mendukung tuntutan Indonesia atas kembalinya Irian Barat ke pangkuan RI.

-       - Australia dan Amerika Serikat mulai berusaha menghapuskan diskriminasi ras di negaranya.

Pengaruh Konferensi Asia Afrika bagi Solidaritas, Indonesia, dan Perjuangan Kemerdekaan Bangsa di Asia dan Afrika

1. Berkurangnya ketegangan dan bahaya pecahnya peperangan yang bersumberdari persengketaan masalah Taiwan antara RRC dengan Amerika Serikat.

2. Perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk mencapai kemerdekaan semakinmeningkat. Hal ini tampak dengan meningkatnya jumlah negara-negara Asia-Afrika yang merdeka setelah tahun 1955.



3. Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia, India, Birma, danSrilangka mulai diikuti negara-negara lain yang tidak masuk Blok Barat maupun Blok Timur.

IDENTITAS NASIONAL

     Identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan sendiri, kelompok sendiri, komonitas sendiri, atau Negara sendiri. Mengacu kepada pengertian ini, identitas tidak terbatas pada individu semata tetapi berlaku pula pada suatu kelompok.
Sedangkan kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik pisik seperti budaya, agama dan bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompok-kelompok inilah yang kemudian disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang pada akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujutkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional.
Kata nasional sendiri tidak dapat dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme sebagaimana akan dijelaskan kemudian. 

    Identitas nasional adalah suatu ciri yang dimiliki suatu bangsa, secara fisiologi yang membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lainnya. Berdasarkan pengertian tersebut maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Demikian pula dengan hal ini sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara historis.

     Identitas nasional tersebut pada dasarnya menunjuk pada identitas-identitas yang sifatnya nasional. Identitas nasional bersifat buatan dan sekunder. Bersifat buatan karena identitas nasional itu dibuat, dibentuk dan disepakati oleh warga bangsa sebagai identitasnya setelah mereka bernegara. Bersifat sekunder karena identitas nasional lahir belakangan bila dibandingkan dengan identitas kesukubangsaan yang memang telah dimiliki warga bangsa itu secara askriptif. Sebelum memiliki identitas nasional, warga bangsa  telah memiliki identitas primer yaitu identitas kesukubangsaan.


Unsur-unsur pembentuk identitas yaitu:
1.    Suku bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialeg bangsa.
2.    Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yan tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong H Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Namun sejak pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
3.    Kebudayaan: adalah  pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
4.    Bahasa: merupakan unsure pendukung Identitas Nasonal yang lain. Bahsa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbiter dientuk atas unsure-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai sarana berinteraksi antar manusia.
Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut : Identitas Fundamental, yaitu pancasila merupakan falsafah bangsa, Dasar Negara, dan Ideologi Negara Identitas Instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. Identitas Alamiah, yang meliputi Negara kepulauan (Archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, dan agama, sertakepercayaan.

Identitas nasional Indonesia merupakan ciri-ciri yang dapat membedakan negara Indonesia dengan negara lain. Identitas nasional Indonesia dibuat dan disepakati oleh para pendiri negara Indonesia. Identitas nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 35-36C. Identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut:
Identitas Nasional Indonesia :
1.    Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2.    Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
3.    Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
4.     Lambang Negara yaitu Pancasila
5.    Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
6.     Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
7.    Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
8.    Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
9.    Konsepsi Wawasan Nusantara
10.  Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional
Identitas Nasional indonesia yaitu terdiri dari :

1)      Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2)      Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
3)      Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
4)      Lambang Negara yaitu Pancasila
5)      Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
6)      Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
7)      Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
8)      Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
 9)      Konsepsi Wawasan Nusantara
10)  Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional

Contoh dari Implementasi Identitas nasional yaitu 

- Kewajiban diadakanya upacara bendera setiap hari senin pada seluruh instansi sekolah maupun non sekolah. Dalam upacara bendera, terdapat banyak sekali unsur identitas negara. Seperti pengibaran sang saka merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu nasional lain, pembacaan UUD 1945, pembacaan Pancasila, dan pada penutup di akhiri dengan doa (agama). Kegiatan upacara ini dilaksanakan dari tingkat SD hingga SMA, bahkan ada Perguruan Tinggi yang melaksanakan Upacara Bendera.  
- Merealisasikan dasar negara indonesia yaitu pancasila, atau menjadikan pancasila sebagai pandangan hidup.

Kesimpulan 
 Identitas nasional adalah suatu ciri yang dimiliki suatu bangsa, secara fisiologi yang membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lainnya, biasanya ciri - ciri ini yang nantinya menjadikan tanda suatu negara.
seperti halnya Identitas nasional Indonesia, Indonesia memiliki ciri sebagai berikut : 

1)      Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2)      Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
3)      Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
4)      Lambang Negara yaitu Pancasila
5)      Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
6)      Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
7)      Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
8)      Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
 9)      Konsepsi Wawasan Nusantara

10)  Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional

Senin, 20 April 2015

Demokrasi

DEMOKRASI DI INDONESIA

NAMA : Muhammad Zubair B

NPM : 26313193

KELAS : 2tb06




Pengertian Demokrasi Pancasila

Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Demokrasi yang dianut di Indonesia, yaitu demokrasi berdasarkan Pancasila, masih dalam taraf perkembangan dan mengenai sifat-sifat dan ciri-cirinya terdapat berbagai tafsiran serta pandangan. Tetapi yang tidak dapat disangkal ialah bahwa beberapa nilai pokok dari demokrasi konstitusionil cukup jelas tersirat di dalam Undang Undang Dasar 1945
Dengan demikian demokrasi Indonesia mengandung arti di samping nilai umum, dituntut nilai-nilai khusus seperti nilai-nilai yang memberikan pedoman tingkah laku manusia Indonesia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, tanah air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah dan masyarakat, usaha dan krida manusia dalam mengolah lingkungan hidup. Pengertian lain dari demokrasi Indonesia adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (demokrasi pancasila). Pengertian tersebut pada dasarnya merujuk kepada ucapan Abraham Lincoln, mantan presiden Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa demokrasi suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, berarti pula demokrasi adalah suatu bentuk kekuasaan dari – oleh untuk rakyat. Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan sebagai warga negara. Kenyataannya, baik dari segi konsep maupun praktik, demos menyiratkan makna diskriminatif. Demos bukan untuk rakyat keseluruhan, tetapi populus tertentu, yaitu mereka yang berdasarkan tradisi atau kesepakatan formal memiliki hak preogratif forarytif dalam proses pengambilan/pembuatan keputusan menyangkut urusan publik atau menjadi wakil terpilih, wakil terpilih juga tidak mampu mewakili aspirasi yang memilihnya.

Prinsip Pokok Demokrasi Pancasila

Prinsip merupakan kebenaran yang pokok/dasar orang berfikir, bertindak dan lain sebagainya. Dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara umum, terdapat 2 landasan pokok yang menjadi dasar yang merupakan syarat mutlak untuk harus diketahui oleh setiap orang yang menjadi pemimpin negara/rakyat/masyarakat/organisasi/partai/keluarga, yaitu:
1. Suatu negara itu adalah milik seluruh rakyatnya, jadi bukan milik perorangan atau milik suatu keluarga/kelompok/golongan/partai, dan bukan pula milik penguasa negara.
2. Siapapun yang menjadi pemegang kekuasaan negara, prinsipnya adalah selaku pengurusa rakyat, yaitu harus bisa bersikap dan bertindak adil terhadap seluruh rakyatnya, dan sekaligus selaku pelayana rakyat, yaitu tidak boleh/bisa bertindak zalim terhadap tuannyaa, yakni rakyat.
Adapun prinsip pokok demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut:
1. Pemerintahan berdasarkan hukum: dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan:
a. Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat),
b. Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan tidak terbatas),
c. Kekuasaan yang tertinggi berada di tangan MPR.
2. Perlindungan terhadap hak asasi manusia,
3. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah,
4. Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang merdeka, artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain contoh Presiden, BPK, DPR, DPA atau lainnya,
5. adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi Untuk menyalurkan aspirasi rakyat,
6. Pelaksanaan Pemilihan Umum;
7. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR (pasal 1 ayat 2 UUD 1945),
8. Keseimbangan antara hak dan kewajiban,
9. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME, diri sendiri, masyarakat, dan negara ataupun orang lain,
10. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Nasional.

Ciri-ciri Demokrasi Pancasila

Ciri-ciri demokrasi Indonesia sebagai berikut:
1. Kedaulatan ada di tangan rakyat.
2. Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong.
3. Cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
4. Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi.
5. Diakui adanya keselarasan antara hak dan kewajiban.
6. Menghargai hak asasi manusia.
7. Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan disalurkan melalui wakil-wakil rakyat.
8. Tidak menganut sistem monopartai.
9. Pemilu dilaksanakan secara luber.
10. Mengandung sistem mengambang.
11. Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas.
12. Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum.


INDONESIAKU

INDONESIAKU

 NAMA : Muhammad Zubair BNPM : 26313193KELAS : 2TB06


Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari permukaan bumi secara horizontal, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. Letak astronomis indonesia terletak di antara 6oLU-11oLS dan 95oBT-141oBT Berdasarkan letak astronomisnya indonesia dilalui oleh garis equator, yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besarnya. Garis equator atau garis khatulistiwa terletak pada garis lintang 0o.
Pengaruh letak Astronomis indonesia adalah:
a. Wilayah indonesia berada di zona iklim tropis.
b. Wilayah indonesia terbagi menjadi tiga daerah waktu yaitu ; waktu indonesia bagian barat (WIB), waktu indonesia bagian timur (WIT), waktu indonesia bagian tengah (WITA) yang disebabkan setiap pergeseran 15 garis bujur menyebabkan terjadinya perbedaan waktu satu jam.
Letak geografis indonesia diantara Benua asia dan benua australia serta diantara samudera hindia dan samudera pasifik. Dengan demikian, wilayah indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim musim dan perekonomian. Hubungan posisi geografis dengan perubahan musim dindonesia.
• Indonesia mendapat iklim dua musim yaitu hujan dikenal karena pergerakkan angin musim barat dan kemarau dikenal dengan pergerakkan angin musim timur secara bergantian tiap 6 bulan sekali.
• Kelembaban udara relatif tinggi
• Curah hujan tinggi
• Indonesia dilalui garis khatulistiwa sehingga mendapat panas sepanjang tahun
• Indonesia terdapat iklim laut.
Republik Indonesia adalah sebuah republik kesatuan yang terdiri dari 34 provinsi, dan mempunyai sejumlah kekuasaan otonom berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen. Setiap provinsi memiliki perangkat pemerintah masing-masing, dipimpin oleh seorang Gubernur. Dari ke-34 provinsi ini, Jawa Barat mempunyai penduduk terbanyak dengan perkiraan 43 juta orang, sementara Kalimantan Utara memiliki penduduk paling sedikit dengan 600 ribu orang. Papua memiliki wilayah yang paling luas, meliputi 319,036 kilometer persegi, sementara Daerah Khusus Ibu kota Jakarta adalah paling sempit dengan 664 kilometer persegi. Sebaliknya, provinsi dengan populasi terpadat adalah jakarta, dengan 12,786 orang/km persegi; sementara populasi paling jarang terdapat di Papua, dengan 8 orang/km persegi.
Di indonesia juga terdapat berbagai agama yang dianut oleh masyarakatnya diantaranya Islam, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Budha, Hindu dan Kong Hu Cu. Terdapat juga berbagai suku, ras adat istiadat dan budaya yang berbeda -beda di indonesia. Adapun yang bisa kita bahas mengenai tentang indonesia antara lain:
Kondisi pendidikan di Indonesia
Pentingnya pendidikan dalam sebuah bangsa adalah karena merupakan sebagai generasi penerus untuk memajukan suatu kegiatan dalam negara, baik dalam bidang politik, budaya, agama, ekonomi, dan sosial dalam meningkatkan suatu perkembangan dalam sebuah negara yang maju. Khususnya dalam negara di indonesia saat ini. Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah- daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja kita dengar di media bahwa ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk di tempatin tetapi karena situasi dan kondisi yang jauh dari jangkauan pemerintahnya daerahnya jadi fasilitas masih kurang.
Dibandingkan dengan daerah kota yang fasilitasnya mungkin sudah tercukupi sangat berbeda jauh dengan keadaan yang di kampung atau desa-desa. Namun sekarang ini pemerintah melakukan upaya dalam mengatasi kekurangan ini, dengan berbagai hal agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa berkembang dan maju. Misalnya dengan adanya dana bantuan dalam pos pendidikan untuk meringankan biaya sekolah dan bantuan bagi orangtua yang kurang mampu dan juga tidak tertutup kemungkinan bagi yang berprestasi mendapat beasiswa supaya ada kemajuan atau peningkatan bagi siswa –siswi untuk lebih rajin dala belajar supaya kemampuanya seseorang itu bisa lebih dalam berprestasi.
Selain itu, pemerintah juga melaukan pemetaan kondisi pendidikan di setiap provinsi di Indonesia. Hal ini di perlukan untuk mengetahui kondisi pendidikan di setiap wilayah agar standar pelayanan dan standar nasional pendidikan tercapai. Dengan tercapainya kedua hal ini, tentunya mutu pendidikan secara nasional pun dapat dicapai.
Berbagai macam tradisi yang ada di Indonesia
Dalam hal ini, saya mengangkat satu tradisi untuk kita ketahui dibebagai daerah dan saya menceritakan kepada kita tentang tradisi di daerah saya sendiri yaitu LOMPAT BATU yang di daerah suku NIAS. Tradisi adat nias ini sudah sepatutnya dipertahankan, Hombo batu atau lompat batu merupakan ritual adat suku di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Dalam hal ini, setiap laki –laki muda melompati dinding batu setinggi 2 meter. Tradisi ini sesungguhnya lahir dari konflik antar suku yang pernah terjadi di Pulau Nias. Saat itu dinding di tutupi dengan paku dan benda tajam lainnya sehingga para lelaki yang akan bertarung harus memiliki kemampuan untuk melewati tembok tersebut dengan baik.
Menjadi prajurit di nias bukanlah satu hal yang mudah. Tidak hanya harus memiliki fisik yang mumpuni serta dibekali senjata, mereka juga harus mampu melompati dinding yang tingginya bisa mencapai 2,3 meter. Tak heran kegiatan ini seringkali mengakibatkan cidera serius bahkan kematian. Setelah periode perang berakhir lompat batu menjadi ritual di Pulau Nias khusus untuk anak-anak muda. Mereka yang berhasil melompati rintangan dianggap sebagai pria sejati dan akan mendapat perhatian dari gadis-gadis lokal. Hingga saat ini, ritual Hombo Batu masih dipratekkan. Bahkan ritualvini salah satu daya tarik saat turis berkunjung di Kepulauan Nias.
Nilai keagamaan dalam Indonesia.
Sangat indah sekali dalam bangsa ini kita mempunyai tujuan yang sama yaitu “BHINEKA TUNGGAL IKA” yang artinya walaupun berbeda-beda agama,suku ras dan budaya antara satu dengan yang lain namun hanya satu tujuan yaitu mempersatukan indonesia menjadi lebih baik. Bahwa ada dalam UU pasal 29 ayat 2 setiap warga negara berhak memeluk agamanya masing- masing karena kita di Indonesia ini mendasari yang namanya pancasila yaitu dasar bagi kita untuk berketuhanan yang Maha Esa.
Tetapi kita seringkali terjadi yang namanya konflik sehingga kita seakan-akan membawa agama kita suku kita untuk membuat suatu masalah menjadi rumit, membedakan antar sesama, jika kita membentuk suatu kelompok mungkin kita hanya bergabung dalam suatu organisasi yang sama dengan kepercayaan kita masing-masing. Upaya yang mungkin di lakukan supaya kita saling menghargai satu dengan yang lain dan bergaul dengan sesama dan juga kita melakukan yang namanya tolong menolong.
Mengenai aturan yang berlaku di Indonesia.
Di indonesia yang sangat di junjung tinggi adalah mematuhi peraturan yang ada, jadi jika kita melanggar aturan maka ada hukum atau sanksi yang dikenakan kepada kita. Dalam sistem pemerintah kita saat ini banyak terjadi kasus kasus diantaranya Narkoba, pembunuhan, pembegalan, bahkan yang banyak terjadi sekarang ini adalah pejabat – pejabat tinggi yang koruptor. Perbincangan yang masih di tindak lanjutin adalah mengenai kasus hukuman mati bagi yang telah melampauhi batas dalam peredaran narkoba. Klo sebenarnya di kasih hukuman mati mungkin klo dilihat dari keagamaan mungkin tidak boleh membunuh ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa, tetapi karena perbuatan yang mereka lakukan sangat keji sekali dimana banyak jiwa –jiwa anak muda bahkan dibawah umur yang mengkonsumsi narkoba sehingga merusak generasi penerus bangsa kita menjadi lebih memburuk. Tapi bagaimana cara supaya tidak ada jiwa yang rusak gara-gara mengkonsumsi narkoba?
Ada hal yang mungkin bisa membantu dengan diadakan sosialisasi, seminar dari pemerintah tentang bahayanya narkoba. Dan juga kepada orangtua diharapkan supaya memberi nasehat kepada anak-anaknya supaya jangan terlalu larut malam klo pulang kerumah dan juga harus belajar berdoa diajak untuk hal hal yang memotivasi anak tersebut dan juga harus dilihat juga dari pengaruh lingkungan di sekitarnya.
Jadi dengan banyak bergaul dengan orang -0rang yang mungkin bisa memotivasi kita maka kita bisa beradaptasi dengan mereka sehingga kita jauh jauh dari masalah yang terjadi.